Senin, 22 April 2019

Kepadatan masyarakat

Perubahan Sosial
Banyak pengertian yang menjelaskan tentang bagaimana perubahan sosial tersebut terjadi dalam masyarakat. Hal ini disebabkan karena setiap masyarakat mempunyai kondisi lingkungan sosial budaya dan alam yang berbeda. Beberapa para ahli sosiologi pun mengartikan perubahan sosial berbeda-beda menurut pandangannya masing-masing. Menurut Max Weber bahwa perubahan sosial budaya adalah perubahan situasi dalam masyarakat sebagai akibat adanya ketidaksesuaian unsur-unsur (dalam buku Sociological Writings). Menurut Selo Soemardjan bahwa perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi sistem sosialnya. Termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap-sikap, dan pola-pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat tersebut. Menurut Suryono Soerjono Soekanto bahwa perubahan sosial merupakan segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya, di dalamnya termasuk nilai-nilai, sikap-sikap, dan pola-pola perilaku diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Dari beberapa pengertian diatas, perubahan sosial dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi akibat adanya ketidaksesuaian diantara unsur-unsur yang saling berbeda yang ada dalam kehidupan sosial sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan yang tidak serasi fungsinya bagi masyarakat yang bersangkutan.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan dalam masyarakat adalah sebagai berikut:
a. Faktor penemuan tekhnologi baru
b. Perubahan jumlah penduduk
c. Konflik dalam masyarakat
Perubahan sosial yang ada di sekitar lingkungan tempat tinggal saya salah satu nya perubahan pertambahan dan penurunan jumlah penduduk dari dulu hingga saat ini. Pertambahan penduduk telah menyebabkan perubahan pada tempat tinggal. Tempat tinggal yang semula terpusat pada lingkungan kerabat kini berubah dan terpencar karena faktor pekerjaan. Mobilitas penduduk dari desa ke kota mempunyai dua (2) harapan, yaitu harapan untuk memperoleh pekerjaan, dan harapan untuk memperoleh pendapatan yang lebih tinggi daripada yang diperoleh didesa. Oleh karena itu, arah pergerakan penduduk juga cenderung kekota yang memiliki kekuatan-kekuatan yang relatif besar sehingga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan perekonomian mereka. Namun demikian arah pergerakan penduduk juga di pengaruhi oleh beberapa faktor antara lain:
a. Lahan tanah di desa semakin sempit dengan jumlah penduduk desa semakin meningkat
b. Lapangan pekerjaan semakin berkurang
c. Tingkat kemiskinan didesa semakin meningkat dan tingkat pendapatan didesa relatif rendah.
Data jumlah tenaga kerja yang ada di Kabupaten Tulungagung meliputi data jumlah tenaga kerja pada masing-masing sektor ekonomi dan data pengupahan pada sektor ekonomi. Data tersebut telah dikumpulkan dan dipublikasikan oleh instansi terkait seperti BPS dan DISNAKER Kabupaten Tulungagung. Untuk mengetahui besarnya Tingkat Partisipasi Kerja (TPK) penduduk pada masing-masing sektor, dapat diukur dengan membandingkan antara besarnya jumlah angkatan kerja yang ada pada masing-masing sektor dengan besarnya jumlah Penduduk Usia Kerja (PUK) dikalikan 100%. Sedangkan untuk mengetahui tingkat variasi pengupahan antar sektor ekonomi adalah dengan membandingkan jumlah gaji masing-masing sektor dengan rata-rata gaji antar sektor dibagi dengan jumlah sampel. Jumlah angkatan kerja di Kabupaten Tulungagung yang paling tinggi adalah pada tahun 2001 sebesar 570.229 jiwa sedangkan yang paling rendah tahun 2004 sebesar 483.823 jiwa. Sedangkan tingkat pengagguran yang paling tinggi ada pada tahun 2004 sebesar 21.42% dan yang paling rendah ada pada tahun 2001 sebesar 18.16%. Untuk Tingkat Variasi Pengupahan, pengupahan yang paling tinggi adalah sektor industri pengolahan yaitu sebesar Rp.4.368.620.000 sedangkan yang paling rendah adalah sektor perdagangan sebesar Rp.238.780.000. Besarnya Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) di Kabupaten Tulungagung antara tahun 1999-2004 yang paling tinggi adalah pada tahun 1999 sebesar 90.598% sedangkan yang paling rendah pada tahun 2004 sebesar 72.236%. Kalau dilihat dari sektor ekonomi (TPAK) yang paling tinggi ada pada sektor pertanian sebesar 41.657% sedangkan yang paling rendah ada pada sektor listrik, gas dan air sebesar 0.178%. Kondisi ketenagakerjaan penduduk di Kabupaten Tulungagung masih memerlukan perhatian yang cukup serius dari pemerintah Kabupaten Tulungagung, yakni dalam mengatasi masalah pengangguran, distribusi angkatan kerja, pemerataan kesempatan kerja pada sektor ekonomi serta pemerataan pengupahan pada masing-masing sektor ekonomi.
Jadi dapat di simpulkan bahwa perubahan sosial terkait dengan jumlah penduduk sangat mempengaruhi perubahan sosial. Karena selain kepadatan penduduk yang semakin meningkat, banyaknya angka pengangguran yang terjadi. Maka dari itu masyarakat mempunyai dua pilihan yaitu pergi meninggalkan kampung halamannya untuk mencari penghasilan di negri orang lain atau memilih menetap tinggal di kota kelahiran tetapi dengan penghasilan yang dibilang kurang dari kecukupan apabila hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dan juga tidak sedikit masyarakat lebih memilih bekerja di luar negri karena merasa belum cukup biaya yang di terima di negri sendiri. Saran saya, sekecil apapun penghasilan masyarakat pribadi atas perolehan yang di dapatkan, tetap di syukuri, kalau bisa bekerjalah di negri sendiri. Karena belum tentu bekerja di negri orang lebih nyaman di banding bekerja di negri sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar